Press "Enter" to skip to content

Problem Pembentukan Kata pada Kata Meninabobokan

Last updated on January 20, 2019

Dengan iklan-iklan yang sangat bernuansa kesehatan, sejatinya produsen susu kental manis sedang meninabobokan konsumen mereka.

Maaf, lagi-lagi contoh kalimat yang saya sodorkan membawa-bawa isu susu kental manis. Biar aktual, tentu saja. Meski demikian, bukan susunya yang akan kita bicarakan kali ini, melainkan apa pun yang terkait dengan kata meninabobokan di situ.

Meninabobokan berasal dari kata dasar ninabobo yang mendapatkan imbuhan me-kan. Dalam KBBI, kata dasar ninabobo mengandung dua arti.

ni.na.bo.bo

  1. n nyanyian untuk menidurkan anak
  2. n ki yang melemahkan (memadamkan) semangat

Makna yang pertama adalah makna harfiahnya, yakni nyanyian. Ninabobo adalah nama nyanyian, bisa judul nyanyian yang “Ninabobo oh ninabobo” itu, atau jenis nyanyian pengantar tidur lainnya. Lullaby, kalau bahasa Inggrisnya. Adapun makna yang kedua adalah makna kiasan (disingkat dengan ki) pada KBBI. Ninabobo di situ adalah tindakan yang dilakukan untuk melemahkan semangat.

Sekarang coba simak kelas katanya. Baik makna pertama maupun kedua, ninabobo merupakan nomina alias kata benda. Di sinilah masalahnya.

Jika yang dimaksud oleh kata meninabobokan adalah menjadikan seorang bayi tertidur, semestinya kelas kata ninabobo setara juga dengan kelas kata untuk tidur, yaitu verba alias kata kerja. Dalam hal ini, imbuhan me-kan memiliki fungsi pembentuk arti “membuat sesuatu melakukan….” Kata bentukan yang sesuai dengan arti tersebut misalnya: menjalankan, mendudukkan, memberdirikan.

Adapun jika yang dimaksud adalah ‘melemahkan’ semangat seseorang, seharusnya kelas kata ninabobo setara dengan kelas kata untuk lemah, yakni adjektiva alias kata sifat. Dalam hal ini, imbuhan me-kan memiliki fungsi pembentuk arti “membuat sesuatu menjadi bersifat….” Kata bentukan yang sesuai dengan arti tersebut misalnya: membesarkan, mengeraskan, melembutkan, menciutkan, membaguskan, memanaskan.

Sementara itu kita sudah tahu bahwa ninabobo merupakan kata benda atau nomina. Jika imbuhan me-kan dirangkai dengan kata benda, semestinya ia dapat membentuk arti “menjadikan sesuatu menjadi…”; “menjadikan sesuatu bersifat seperti…”; “atau “membawa sesuatu atau seseorang ke…”. Contohnya adalah mengindonesiakan, merumahkan, memejahijaukan, membukukan, memenjarakan.

Dengan demikian, karena kata dasar ninabobo merupakan kata benda, logikanya frasa “meninabobokan anak” mengandung arti “membuat anak menjadi (lagu) ninabobo”. Padahal yang dibutuhkan adalah membuat anak menjadi bobo (tidur), bukan membuatnya berubah menjadi lagu ninabobo, kan? Bisakah dipahami masalahnya sampai di sini?

Lantas, kenapa orang tidak mengucapkan kalimat-kalimat seperti berikut ini saja?

  • Seorang ibu sedang bernyanyi untuk mem-bobo-kan bayinya.
  • Nenek menyanyikan ninabobo agar cucunya segera terlelap.
  • Pengusaha yang tamak itu berninabobo agar buruh-buruhnya menurut.

Seharusnya begitu, saya kira. Kendati demikian, karena kata meninabobokan sudah telanjur hidup dalam bahasa Indonesia dengan makna semacam “membius” atau “melemahkan”, ya tidak perlu dianggap masalah besar. Syaratnya, kata meninabobokan dilihat berdiri sebagai kata sendiri, bukan berasal dari kata ninabobo yang nomina itu. Begitulah pendapat saya.

(IAD)

Content Disclaimer
The content of this article solely reflect the personal opinions of the author or contributor and doesn’t necessarily represent the official position of Bahasa Kita.

error: Content is protected !!