Lélét
November 10th, 2008 | Published in Slang
Bagas D. Bawono
Architect/Writer/Photographer
Bagas & Associates
www.bagas-associates.com
Sambil menggaruk-garuk kepalanya, Tommy menahan gemas karena notebooknya berjalan lambat sekali. “Duuuh…, kenapa notebook ini jadi lélét gini sih?, padahal minggu lalu baru saja saya upgrade.”
Sarah, yang sejak tadi memperhatikan kawan kuliahnya ini menyahut, “Cek dulu, mungkin saja kena virus…”. Sambil menyeruput sisa cappuccino hangat ia lalu melambaikan tangan kepada pelayan cafetaria kampus dan meminta bill, karena sebentar lagi ia akan mengikuti ujian ekonomi makro. “Dari tadi aku minta bill, kenapa pelayan gak segera kasih ya….? Bener-bener lélét deh kerjanya…”, Sarah menggerutu sambil melongok ke arah kasir. Tommy nyengir, lalu menimpali, “ Cek dulu, mungkin pelayannya kena virus….”, lalu “Gubrakkss…!”, sebuah buku Teori Dasar Ekonomi Makro yang sejak tadi dipegang Sarah melayang ke punggung Tommy.
Sarah menggeser kursi ujian sedikit ke arah jendela, karena di sisi ini ia mendapatkan cahaya yang lebih terang. Pak Sumarno, sang dosen Ekonomi Makro yang terkenal menyebalkan ini hanya meliriknya sekilas. Lembaran soal ujian yang dipegangnya, hanya membuat perasaannya semakin bete saja. Pak Sumarno, sang dosen lélét yang gerakannya lemah gemulai seperti putri keraton Solo, selalu saja membuat soal-soal yang menjebak dan memeras emosi.
“Makanya, jangan remehkan dosen lélét, karena dia punya cukup banyak waktu untuk membuat soal-soal yang sulit buat kita,” Mirna sok menasehati Sarah seusai sesi ujian berakhir. Mereka berjalan di sepanjang koridor dengan muka mengkerut membayangkan nilai “D” yang bakal diterima.
Dalam bahasa keseharian, kata lélét digunakan untuk menjelaskan satu aktifitas yang performanya jauh lebih lambat daripada yang diharapkan. Dengan kata lain, kecepatan aktifitas tersebut dibawah standar rata-rata menurut kriteria umum. lélét sebenarnya berasal dari bahasa Jawa, lélét atau ngelélét. Yang sering juga muncul dalam kata majemuk dalam bahasa Jawa : lelat-lélét, yang artinya bermalas-malasan atau bergerak dengan lambat.
lélét bisa berfungsi sebagai kata keterangan (adverb) yang menerangkan suatu kata kerja, misalnya pada kata “Mobil ini gerakannya lélét”, atau bisa juga langsung digunakan sebagai kata sifat (adjective) yang menerangkan kata benda, seperti pada kalimat ini “Pak Sumarno memang dosen lélét”. Ada banyak kata-kata slang yang mempunyai fungsi ganda seperti ini, sebut saja misalnya : asoy, yahud, keren, dan sebagainya.
Sarah membanting tasnya ke sofa ruang tamu. Mamanya yang sudah tahu gelagat hanya tersenyum kecil. Sambil menepuk pundaknya, ia bertutur, “Ujianmu gimana Sarah? Sulit ya soalnya? Dari berapa hari yang lalu mama kan sudah ingatkan untuk belajar, kamunya aja yang lélét….”