Ikan Sambal Pete

Petai beans or seeds look like broad beans. Like mature broad beans, they may have to be peeled before cooking. Petai has earned its nickname ‘stink bean’ because its strong smell is very pervasive. It lingers in the mouth and body. Like asparagus, it contains certain amino acids that give a strong smell to one’s urine, an effect that can be noticed up to two days after consumption. Like other beans, their complex carbohydrates can also cause strong-smelling flatulence.

The beans are an acquired taste, but are popular in Laos, southern Thailand, Burma, Malaysia, Indonesia, and northeastern India.

Bara Pattiradjawane, the famous celebrity cook, uses Petai or Pete and Kemangi Leaf for this recipe. And he writes his recipe – like in all of his books – in colloquial Indonesian.

Bahan:
1 ekor ikan kembung
5 bawang merah – iris tipis
2 papan pete
1 buah tomat – belah dua, kerok bijinya dengan sendok iris memanjang lalu potong dadu
3 sdm sambal
segenggam daun kemangi
garam
gula
sedikit jeruk nipis

Cara Membuat:
Panaskan sedikit minyak kurang lebih 2 sdm (saya sih pakai olive oil/minyak zaitun) lalu tumis pete hingga matang. Saya kurang begitu suka pete yang setengah matang.
Masukan bawang lalu tumis lagi sebentar kurang lebih 30 detik, lalu tambahkan sambal. Tumis semuanya hingga harum, beri sedikit air kurang lebih setengah cangkir lalu tambahkan tomat. beri sedikit garam dan gula. Aduk-aduk..icip-icip..kalau rasanya udah udah enak, masukan kemangi, aduk sebentar, matikan api.

Susun ikan di piring (yang sudah digoreng) siram dengan saus sambal tadi kemudian beri sedikit air jeruk nipis

Makan dengan nasi hangat pakai tangan…duuuh enaknya, sampai segalam macam bentuk diet lupa!

Konon pete itu bagus sekali untuk membersihkan racun yg tertimbun ginjal kita, tetapi memang kalau sudah makan pete kita akan mendapatkan sedikit masalah dengan aromanya. Nah, solusinya adalah, selesai makan langsung mnum vitamin B dosis tinggi. Dijamin semua masalah hilang!

By Bara Pattiradjawane

Share



Useful Articles

Colloquial Urban Indonesian

Most textbooks available for students of Indonesian tend to completely ignore this kind of Indonesian that almost every visitor to Indonesia will hear when trying to verbally communicate with Indonesians. - By Dr. Uli Kozok

Arabic Language in Contemporary Indonesian

The fact that some 3,000 - if not many more - words of Arabic origin can be found in Indonesian language dictionaries does not imply that these words are being used on a daily basis. - By Dr. Nikolaos van Dam

My Twitter Followers