Peretas

Lihat wajah imut-imut lengkap dengan kacamata minus yang memberi kesan bahwa orang ini adalah seorang profesor atau guru besar. (jangan lihat foto saya). Mungkin memang tepat kalau dia disebut sebagai “Guru Besar” tetapi untuk bidang pembobolan komputer. Inilah Fadia Ankit asli dari India. Termasuk peretas termuda yang sudah mulai menunjukan kepiawaiannya pada usia 15 tahun. Dipekerjakan oleh Spy Organization dari Amerika Serikat dan mendapat segudang penghargaan antara lain sertifikat White Hat Hacker. Bahkan FBI sendiri begitu menghormati “bocah” ini.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan peretas? Apakah terjemahan dari kata hacker? Padahal tidak banyak kamus yang menterjemahkan kata hacker. Bahkan ada yang menterjemahkannya sebagai ahli komputer dan sistim sekuriti.

Di Indonesia sendiri, sekarang ini sudah dipakai kata peretas yang menunjukan arti dari kata hacker. Merupakan terjemahan dari kata who breaks trough, instrument for opening. Sehingga bisa diartikan sebagai seorang yang piawai untuk membuka suatu sistim komputer yang bagaimanapun canggihnya sudah dilindungi dengan kata kunci (Password) dan sejumlah perlindungan lainnya.

Di awal era komputer mulai merambah di Indonesia, para peretas ini lazim disebut sebagai pembajak. Mungkin hanya diterjemahkan langsung dari kata hijackers yang artinya pembajak (dan biasanya untuk pesawat udara). Karena pirates juga terjemahan kata pembajak dalam bahasa Inggris yang kita sudah lama mengenalnya.

Bahkan para peretas software (piranti lunak) komputer pun biasa disebut sebagai pembajak. Berbeda dengan para peretas komputer, peretas piranti lunak ini masuk dalam daftar hitam kepolisian karena sering menduplikasi piranti lunak yang asli menjadi “asli bajakan” alias palsu. Kemudian menjualnya dengan harga murah serta terjangkau oleh kantong orang Indonesia yang umumnya masih kurang mampu untuk membeli piranti lunak aslinya.

Peretas komputer walaupun tidak disenangi oleh para Polisi, tetapi umumnya mereka termasuk orang-orang yang berotak jenius. Mereka pantas disebut piawai, karena tidak semua para peretas melakukannya untuk tindak kejahatan. Memang ada diantara mereka yang iseng dan membuat virus yang dapat merusak komputer dan menghancurkan semua file yang telah disimpan di dalamnnya.
Sejalan dengan makin maraknya penggunaan komputer dan internet, peretas juga makin banyak dan makin canggih dalam melakukan peretasan. Sehingga kumpulan mereka ini bisa dibagi jadi dua kategori, yaitu peretas negatif dan peretas positif.

Peretas Negatif
Ketika di Amerika mulai booming komputer, di masa itu juga mulai bermunculan para peretas. Awal mulanya mereka hanya iseng, mengganggu situs resmi sebuah perusahaan atau pun milik pemerintah. Lama kelamaan ada yang mulai berani untuk memasuki daerah terlarang sebuah situs. Misalnya membobol rekening bank dan memindahkan dana dari rekening tersebut untuk kenikmatan diri sendiri.

Bahkan ada yang mulai mencoba memasuki situs FBI, akibatnya badan intelejen Amerika ini jadi kalang-kabut untuk mencari pelakunya. Anak Indonesia juga pernah melakukan peretasan untuk menjebol sebuah komputer di Singapura.

Contoh kasus perilaku negatif para peretas seperti yang saya kutip dari Tempo interaktif . Ini aneh tapi nyata. Sebanyak 33  account Twitter milik pesohor dunia diretas. Pesan yang disampaikan peretas bervariasi sehingga jelas ini dilakukan oleh orang-orang yang berbeda.

Fox News misalnya, mendapat pesan “Breaking: Bill O Riley is gay.” Lalu Rick Sanchez dari CNN mendapat “I am high on crack right now might not be coming into work today.“. Disamping pengubahan wajah, ada pula yang memasang tautan ke situs lain. Facebook misalnya terkait ke getlaid.info yang langsung terhubung ke sebuah situs porno. Ada pun Presiden Barack Obama ditautkan ke situs yang menawarkan kartu bahan bakar senilai US$ 500.

Beberapa tahun lalu, ada virus yang dikenal bernama Friday The 13th. Kalau tidak salah hasil perbuatan kaum peretas dari Jepang. Munculnya virus ini hanya setiap hari Jumat yang ber-tanggal 13. Dampak negatif yang ditimbulkannya bahkan bisa mengganggu komputer di seluruh bank sampai ke macetnya ATM.

Peretas Positif
Si Fadia Ankit termasuk dalam kelompok peretas yang bersifat positif. Keharuman namanya dimulai karena berhasil menyelamatkan sebuah situs pemerintah India yang akan “dikerjai” oleh para peretas Negatif (Underground Hackers).  Begitu populernya Ankit, sehingga pada tahun 2006 Chennai Online mempublikasikan bahwa klien Fadia Ankit adalah perusahaan-perusahaan besar dunia.

Para peretas positif dan berusia muda sebenarnya bukanlah hal yang baru. Masalah inti yang membuat mereka berbeda dari yang lain karena memiliki komitmen untuk tetap berdiri dibawah peretas yang beretika moral. Banyak buku yang telah dikarangnya untuk lebih memperkenalkan dunia peretas serta apa dan bagaimana cara kerjanya. Menurut Indian Newspaper Central Chronicle, Fadia mendapatkan IT Leader Award dan The Indo-American Society Young Achiever Award pada tahun 2005. Sedangkan di tahun 2002, Limca Book of Records mendeklarasikan Ankit diantara beberapa “People of The Year”.

Jelas sekarang bahwa tidak semua peretas bisa dikategorikan sebagai golongan orang yang iseng dan berperilaku negatif. Selain itu, kepiawaiannya “membobol” komputer dan segala kecanggihan perlindungannya, menunjukan bahwa kaum peretas termasuk manusia yang berotak super.  Tentu tingkat IQ yang mereka miliki berada jauh diatas kita semua…..


About author
A practitioner of astrology, Andra, born on May 6th, 1955 graduated from the University of Indonesia, majoring in Criminology Social Science. He is a guest and host astrologer in some television and radio programs like , J-TV, Radio Pesona FM, tabloids and Newspapers. He is also a speaker in many astrology seminars.

BahasaKita © 2014 All Rights Reserved

A Wieke Gur Production