Curhat

Pernah seorang teman saya, namanya Bunga (bukan nama sebenarnya) bicara sambil nangis di telepon selularnya. Ternyata dia lagi curhat ke Mawar (ini juga nama samaran lho). “Eh loe denger ya….., gue lagi mau curhat neh. Masak gue diputusin ama cowok gue cuma gara-gara gue sering curhat sama sepupunya”.

Terus belum dijawab oleh si Mawar dia sudah melanjutkan lagi; “….Hmm..emang seeh….kadang-kadang gue curhat sambil nangis di pangkuannya….”

Mawar lalu menjawab malas-malasan; “……yaaah….sebenarnya gue juga mau curhat soal tagihan Kartu Kredit gue….”

Bingung..? apa arti kata curhat dalam contoh percakapan tadi? Sebenarnya kata “curhat” merupakan kependekan dari dua kata. Curahan (atau mencurahkan) isi Hati. Asal katanya curah, yang diterjemahkan sebagai fall. Supaya lebih asik dan mengena, oleh kaum remaja Jakarta dan kota besar lainnya, kata ini disingkat jadi “curhat”.

Di Kamus  kata curah artinya fall sedangkan mencurahkan berarti outpuring, outflow. Sedangkan curahan hati sendiri diterjemahkan sebagai effusion. Wah makin bingung deh.

Mungkin untuk memudahkan, saya kasih terjemahan bebas curhat yang kira-kira artinya  adalah mengeluarkan (mencurahkan) isi hati. Bisa kepada seorang teman, rekan kerja, kekasih, sahabat orang tua maupun dengan orang yang dipercaya. Ada juga yang mengeluarkan isi hatinya ini dengan menulisnya ke dalam Diary atau buku harian atau di era moderen ini di ketik langsung ke dalam Notebook dan disimpan di file tersembunyi supaya tidak bisa dibaca orang lain. Orang yang lebih religius ada juga yang curhat ke Tuhan. Memohon petunjuk.

Curhat merupakan sikap seseorang yang sedang membutuhkan teman bicara. Baik untuk hal yang menyedihkan, gossip atau pun sesuatu yang dirahasiakan tetapi tidak mampu untuk menyimpannya sendiri. Seperti contoh percakapan antara Bunga dan Mawar diatas,  ada dua hal berbeda yang dibicarakan tetapi bisa menggunakan kata curhat. Baik Bunga maupun Mawar sama-sama sedang butuh teman bicara untuk mencurahkan isi hatinya. Sayangnya masalah dan waktunya tidak cocok….tetapi keduanya tetap bisa menggunakan kata “curhat”.

Jangan kaget kalau ada dua orang rekan kerja Anda yang berlainan jenis kelamin (pria & wanita) sedang bermesraan, tiba-tiba jadi salah tingkah karena kemunculan Anda. Lalu mereka mengaku lagi saling curhat. Tetapi… kalau setiap hari mereka curhat seperti itu, yaa…artinya hubungan itu dari saling mencurahkan isi hati, menjadi saling mencurahkan cinta yang menggebu-gebu.

Teman Anda yang malu mengakui pergi konsultasi ke psikolog atau pun menemui seorang Cenayang, biasanya akan bilang bahwa dia cuma mau curhat aja kok. Tidak ada masalah serius yang harus dibicarakan. Tujuannya mungkin untuk mencari tempat curhat yang paling tepat. Bukan karena dia agak terganggu jiwanya….

Istri saya biar tidak dituduh ngomel atau pun rewel, biasanya bilang; “Saya mau curhat soal uang belanja neeh…” Ampuun saya tahu pasti ada balance yang tidak cocok antara pemasukan dan pengeluaran.  Penyebabnya bukan karena dia boros, tetapi memang saya yang memberinya pas-pasan …. Padahal kaum wanita memang boros kan..? Nah sekarang saya yang curhat ke Anda….

Pernah waktu masih bujangan dulu saya curhat ke teman-teman dekat saya. Permasalahannya karena saya bingung memilih diantara dua orang wanita yang sama-sama saya cintai. Saya perlu bantuan teman dekat untuk menentukan pilihan tepat. Ternyata malam itu saya justru “diadili” oleh teman-teman dekat saya. Malah akhirnya mereka yang curhat ke saya. Mereka bilang saya tidak tahu diri, pria keji dan tolong doong mengerti perasaan kaum wanita. “Kita malu sama tuh cewek berdua..!!”  bla, bla, bla…!!!

Nah, kalau mau curhat lihat-lihat dulu. Mungkin cukup sama satu orang saja. Tidak perlu ramai-ramai seperti kebodohan saya tadi. Karena orang tempat Anda curhat belum tentu mengerti masalah yang Anda alami. Belum tentu mereka bisa memberi jalan keluar yang tepat.

Beberapa Tips untuk curhat dengan lancar dan aman;

  1. Carilah orang yang lebih tua atau lebih berpengalaman. Sebab, orang itu setidaknya bisa memberikan alternatif solusi yang positif. Pastikan dia tidak akan membocorkan curhat Anda.
  2. Jangan curhat mengenai hal-hal yang sebetulnya Anda sudah tahu akan membuat orang tempat Anda curhat jadi sebel. Contohnya seperti curhat-nya Si Bunga yang terlalu dekat sama pria. Si Mawar yang seharusnya sudah tahu kalau Kartu Kredit itu banyak godaannya. Sedangkan kasus saya sendiri yang memang bego jadi cowok. Hehehee…
  3. Jangan curhat dengan teman lawan jenis kelamin. Sebab diantara pria dan wanita biasanya ada “setan” yang membujuk untuk jadi hubungan curahan asmara. Bahkan bisa jadi curahan birahi…. Akhirnya curhat Anda jadi bias. Bisa dia atau pun Anda sendiri yang akan “tenggelam”.
  4. Kalau mau curhat masalah yang sangat serius seperti kasus rumah tangga, penggelapan uang, atau masalah berat lainnya, carilah tempat curhat yang profesional. Bisa ke Psikolog, Konsultan Hukum atau pun ke Dokter kalau ingin curhat soal penyakit kronis atau masalah hubungan suami-istri. Kalau Anda curhat ke orang awam, nantinya malah bisa menjadi gossip yang akhirnya jadi bumerang bagi diri sendiri. Capek dech…

Nah mau curhat ke saya….? Bayar..!!!

About author
A practitioner of astrology, Andra, born on May 6th, 1955 graduated from the University of Indonesia, majoring in Criminology Social Science. He is a guest and host astrologer in some television and radio programs like , J-TV, Radio Pesona FM, tabloids and Newspapers. He is also a speaker in many astrology seminars.

BahasaKita © 2014 All Rights Reserved

A Wieke Gur Production